Kenapa Aku Selalu Diam Padahal Banyak yang Aku Pikirkan
Kenapa Aku Selalu Diam Padahal Banyak yang Aku Pikirkan
Kadang orang melihatku sebagai seseorang yang tenang. Tidak banyak bicara, tidak banyak reaksi, seolah semuanya baik-baik saja.
Padahal di dalam kepala, tidak pernah sesunyi itu.
Ada banyak hal yang ingin aku katakan, tapi entah kenapa selalu berhenti di tenggorokan. Bukan karena tidak punya kata-kata, tapi karena terlalu banyak kemungkinan yang muncul di pikiran sebelum aku sempat bicara.
“Kalau aku bilang ini, bagaimana kalau salah?”
“Kalau aku jujur, apakah aku akan dipahami?”
“Kalau aku cerita, apakah itu akan mengubah sesuatu?”
Akhirnya aku memilih diam. Bukan karena tidak merasa, tapi karena terlalu banyak merasa sekaligus.
Diam sering disalahpahami sebagai tidak peduli. Padahal kadang itu justru bentuk paling ribut dari pikiran yang tidak bisa dijelaskan.
Aku belajar bahwa tidak semua hal harus diceritakan untuk dianggap nyata. Ada perasaan yang cukup dipahami oleh diri sendiri saja.
Dan mungkin, itu juga alasan kenapa aku menulis ini.
Bukan untuk menjelaskan semuanya.
Tapi untuk mengakui bahwa aku juga manusia yang kadang terlalu penuh di dalam, meski terlihat kosong di luar.
Kalau kamu pernah merasa seperti ini, mungkin kita tidak sendirian.
Komentar
Posting Komentar