Aku Baru Sadar, Aku Nggak Lagi Hidup Untuk Diriku Sendiri

 

Aku Baru Sadar, Aku Nggak Lagi Hidup Untuk Diriku Sendiri

Aku baru sadar sesuatu yang nggak enak untuk diakui.

Selama ini, aku terlalu sering hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain.

Apa yang terlihat “baik”.
Apa yang dianggap “wajar”.
Apa yang bikin orang nggak banyak tanya.

Dan pelan-pelan… aku mulai meninggalkan diriku sendiri tanpa sadar.

Aku jadi orang yang gampang bilang “iya” walaupun capek.
Jadi orang yang selalu terlihat tenang walaupun di dalamnya berisik.
Jadi orang yang lebih mikirin “nanti orang mikir apa” daripada “aku sebenarnya mau apa”.

Aneh ya…
kita bisa hidup setiap hari, tapi pelan-pelan kehilangan arah ke diri sendiri.

Aku sempat mikir, mungkin ini memang cara hidup yang normal.
Semua orang juga pasti begitu.

Tapi semakin lama aku jalan, semakin aku merasa ada yang kosong.
Bukan di sekitar aku… tapi di dalam aku.

Dan yang paling menyakitkan adalah ini:
aku mulai lupa rasanya jadi diriku sendiri tanpa mikirin reaksi orang lain.

Sampai suatu hari aku berhenti sebentar.

Bukan karena aku sudah selesai.
Tapi karena aku sudah terlalu jauh meninggalkan diri sendiri.

Aku mulai bertanya hal yang sederhana tapi berat:
“Kalau nggak ada yang menilai aku, aku mau jadi siapa?”

Dan aku nggak langsung punya jawabannya.

Tapi setidaknya, aku mulai sadar…
kalau selama ini aku hidup bukan untuk diriku sendiri.

Mungkin sekarang saatnya pelan-pelan balik lagi.

Bukan jadi versi yang disukai semua orang.
Tapi jadi versi yang nggak lagi kehilangan dirinya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Menerima Diri Sendiri Apa Adanya